Camat Kaliori Bersama Forkopimcam Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Serangan Hama di Desa Maguan
23 Juli 2026 | Administrator
Kaliori, 23 Juli 2027 - Menindaklanjuti informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai dugaan gagal panen akibat serangan hama tikus dan burung, Camat Kaliori, Dwi Susilowati, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM), Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaliori, serta Kepala Desa Maguan, Saiful Amri, melakukan peninjauan langsung ke lahan persawahan di wilayah Desa Maguan, Kamis (23/7/2027).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus merespons cepat keluhan para petani yang mengaku mengalami kerusakan tanaman padi akibat serangan hama yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengamati secara langsung kondisi tanaman padi, luas lahan yang terdampak, serta berdialog dengan para petani guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penyebab dan tingkat kerusakan yang terjadi.
Camat Kaliori, Dwi Susilowati, mengatakan bahwa pemerintah kecamatan hadir untuk memastikan informasi yang beredar benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi bersama agar permasalahan tersebut dapat segera ditangani.
"Kami tidak ingin hanya menerima laporan dari media sosial. Karena itu kami turun langsung ke sawah untuk melihat kondisi sebenarnya, mendengarkan aspirasi petani, serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Pemerintah Kecamatan Kaliori berkomitmen mendampingi para petani dalam menghadapi persoalan ini," ujar Dwi Susilowati.
Selain melakukan verifikasi fakta, pemerintah kecamatan juga menghimpun berbagai masukan dari petani mengenai kendala yang mereka alami, termasuk upaya pengendalian hama yang telah dilakukan secara mandiri namun belum memberikan hasil yang optimal.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaliori, Triwiyoga, bersama tim penyuluh turut memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah pengendalian hama terpadu yang dapat segera diterapkan agar penyebaran serangan tikus dan burung tidak semakin meluas ke areal persawahan lainnya.
Kepala Desa Maguan, Saiful Amri, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kecamatan Kaliori beserta Forkopimcam yang langsung turun ke lokasi.
"Kami sangat berterima kasih karena pemerintah kecamatan bersama seluruh unsur terkait segera hadir melihat langsung kondisi sawah warga. Dengan turun ke lapangan, masyarakat merasa didengar dan persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti. Kami berharap ada langkah nyata agar kerugian petani bisa diminimalkan dan produksi padi tetap terjaga," kata Saiful Amri.
Sementara itu, salah seorang petani Desa Maguan, Didik, mengungkapkan bahwa serangan hama telah menyebabkan banyak tanaman padi rusak menjelang masa panen sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap hasil produksi.
"Kami berharap ada bantuan dan pendampingan dari pemerintah. Serangan tikus dan burung tahun ini cukup berat, sehingga banyak padi yang rusak. Semoga setelah adanya peninjauan ini ada solusi nyata untuk kami," ujar Didik.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Kaliori menegaskan beberapa langkah yang akan segera dilakukan, yaitu memverifikasi tingkat kerusakan tanaman dan luas lahan terdampak, menyerap aspirasi para petani, merumuskan langkah penanganan bersama tim pertanian dan pemerintah desa, mengupayakan dukungan serta bantuan kepada instansi terkait, serta memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir dan terus mengawal penanganan permasalahan yang dihadapi petani.
Diharapkan hasil peninjauan lapangan ini menjadi dasar penyusunan langkah-langkah penanganan yang lebih efektif sehingga serangan hama dapat dikendalikan, kerugian petani dapat ditekan, dan produktivitas pertanian di Kecamatan Kaliori tetap terjaga. [R]